Posted on December 27, 2023

Bunda Wajib Tahu! Cara Mengatasi GTM agar Anak Lahap Makan Lagi

5 Cara Ampuh Mengatasi GTM agar Si Kecil Lahap Makan

 

Gerakan Tutup Mulut (GTM) pada anak seringkali membuat orang tua cemas. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) melaporkan masalah makan bisa menghambat tumbuh kembang anak dan menimbulkan risiko gangguan kesehatan hingga beranjak dewasa.

Ada banyak faktor yang mempengaruhi anak malas makan. Misalnya perilaku makan yang tidak benar sejak awal pemberian makan pendamping ASI (MPASI).

Yuk, kenali penyebab anak malas makan dan cara mengatasi GTM pada artikel di bawah ini.

Cara Mengatasi GTM Pada Anak

Jika si kecil menunjukkan gejala tidak mau makan, orang tua tidak perlu pusing. Ikuti cara mengatasi GTM berikut agar anak lahap makan:

1. Atur jadwal makan secara teratur

Pertama, buat jadwal tetap kapan waktu anak makan, termasuk makanan selingan (snack). Dorong anak untuk makan sendiri dan tidak boleh lebih dari 30 menit.

Jika anak tidak mau makan, jangan dipaksa apalagi memarahinya. Tunggu 10-15 menit dan tawarkan kembali. Bila anak masih menutup mulut, memalingkan kepala atau menangis, maka akhiri proses makan.

2. Buat suasana nyaman

Kondisikan lingkungan sekitar tempat makan senyaman mungkin. Jauhkan segala distraksi yang membuat anak menjadi malas makan, seperti gawai, barang elektronik, maupun mainan. Disarankan untuk membiasakan Anak selalu makan di meja makan meskipun tidak sedang bersama keluarga. 

3. Sajikan makanan bervariasi

Cobalah berkreasi dengan membuat masakan beragam karena GTM pada anak bisa saja disebabkan oleh rasa bosan menyantap makanan sama. Hindari memberikan makanan atau cemilan manis secara berlebihan. 

Ajak anak berbelanja ke pasar untuk memberikan pilihan makanan apa yang ingin dikonsumsi, lalu memasaknya bersama. Cara ini efektif membuat si kecil penasaran dan ingin segera menyantap masakan Anda.

Baca juga: Masak lebih Sehat dengan Slow Cooker Miyako

4. Batasi jumlah makanan tambahan

Latih anak untuk mengenali rasa lapar dan kenyang secara alami. Misalnya dengan membatasi jumlah asupan makanan selingan agar anak tidak merasa kenyang sebelum jam waktu makan tiba. Misalnya pemberian susu dibatasi dua-tiga kali sehari dengan jumlah 500-600 ml/hari.

5. Memberikan contoh yang baik

Cara terakhir untuk mengatasi GTM pada anak dengan memberi contoh yang baik. Orang tua sebaiknya menunjukkan kebiasaan makan yang sehat, misalnya tidak bermain gadget (gawai) saat makan dan ikut mengonsumsi makanan bergizi. 

Saat anak mencoba makanan, meski hanya sedikit, berikan pujian agar ia merasa termotivasi. Proses ini perlu dilakukan dengan sabar dan konsisten agar anak terbiasa dengan pola makan yang positif.

Apa Penyebab Gerakan Tutup Mulut Pada Anak?

Beberapa penyebab dapat mempengaruhi anak melakukan aksi GTM diantaranya sebagai berikut:

1. Pola makan yang kurang tepat

Anak melancarkan gerakan tutup mulut paling banyak dikarenakan adanya distraksi aktivitas lainnya dari gadget, televisi, maupun mainan disekitarnya. Gangguan ini membuat mereka tidak fokus pada makanan.

2. Anak dengan porsi makan kecil 

Beberapa anak memang memiliki nafsu makan kecil atau cepat merasa kenyang. Kondisi ini sering membuat orang tua khawatir. Padahal selama asupan gizi seimbang, anak tetap bisa tumbuh normal. Maka dari itu, orang tua perlu memastikan kualitas makanan tetap terjaga.

3. Kesukaan atau pilihan makanan

Sebagian anak cenderung pilih-pilih makanan, misalnya hanya mau makanan tertentu atau menolak sayuran. Preferensi ini wajar, tetapi bila dibiarkan bisa mengurangi variasi gizi yang masuk. 

Oleh karena itu, orang tua perlu memperkenalkan makanan baru secara bertahap sekitar 8–15 kali. Sajikan tanpa memaksa, tapi contohkan dengan ikut makan agar anak lebih tertarik untuk mencobanya.

4. Tumbuh gigi

Tumbuh gigi menjadi salah satu penyebab anak GTM yang seringkali tidak disadari oleh para orang tua. Pada situasi ini, anak sering merasa sakit atau mengalami gusi bengkak, sehingga malas untuk membuka mulut saat jam makan tiba.

5. Kondisi medis

Anak GTM juga bisa disebabkan oleh beberapa masalah kesehatan seperti sembelit atau perut kembung. Selain itu, anak yang terkena esofagis eosinofilik yaitu penyakit yang menyerang kerongkongan cenderung menolak makan karena kesulitan menelan.

Kesimpulan

GTM pada anak bisa muncul karena berbagai faktor, mulai dari kebiasaan makan hingga masalah kesehatan. Orang tua dapat membantu mengatasinya dengan menjaga rutinitas makan, menciptakan suasana yang nyaman dan memberikan variasi makanan.

Orang tua bisa mulai berkreasi menciptakan beragam makan dengan produk-produk Miyako untuk membangkitkan nafsu makan anak. Misalnya membuat bubur untuk si kecil menggunakan Slow Cooker Miyako atau jus sehat dengan Blender Miyako.

Pelajari selengkapnya mengenai produk unggulan Miyako!

chat-bubble
arrow